Contoh Pengendalian Dokumen – Sesuai ISO 9001 – 2008
10 Agustus 2010 ... Selengkapnya - Contoh Pengendalian Dokumen – Sesuai ISO 9001 – 2008...
... Selengkapnya - Contoh Pengendalian Dokumen – Sesuai ISO 9001 – 2008...
1. Mesin tidak lancar dan berisik.
Penyebab dari gangguan ini terjadi karena kurang minyak pelumas pada mesin jahit, selain itu pelumas yang digunakan tidak bermutu baik. Adanya benang-benang yang lepas menyangkut pada mesin dan juga penumpukan debu dan sisa serat kain pada gigi mesin. Perbaikan pada gangguan tersebut di mulai dari membersihkan mesin dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal dengan kuas atau sikat. Memberikan minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi) dengan pelumas yang berkualitas baik. 2. Benang jahitan atas sering putus. Penyebab gangguan antara lain benang jahit menyangkut karena menjahit dengan arah yang salah. Memasang jarum tidak tepat pada tempatnya yang menyebabkan jarum cepat tumpul atau bengkok sehingga ketegangan benang menjadi terlalu besar. Benang terlalu kasar atau terlalu halus yang tidak sesuai dengan jenis kain yang digunakan. Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1) menganti jarum dengan jenis yang baik, 2) menyesuaikan nomor benang dengan nomor jarum yang akan digunakan, 3) setel kembali rumah sekoci dan kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahit bawah, 4) tarik kain kearah belakang mesin jahit. 3. Benang jahit bawah sering putus Penyebab gangguan antara lain: benang jahit tidak rapi digulung pada spul/kumparan, tegangan benang pada sekoci (bob bin case) terlalu besar, benang tidak sempurna lewat rumah sekoci, dan banyak debu terdapat pada mekanisme mesin. ......
1. TUJUAN
Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan memastikan tingkat kepuasan pelanggan meningkat. 2. RUANG LINGKUP Meliputi aktivitas penentuan standar pelayanan, melakukan survey ke pelanggan, analisa dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. 3. REFERENSI 3.1 Manual Mutu Perusahaan 3.2 ISO 9001 : 2008 klausul 8.2.1 (Pemantauan Kepuasan Pelanggan) 4. DEFINISI Mengumpulkan informasi aktual dan signifikan mengenai ekspektasi dan persepsi pelanggan terhadap hal-hal yang dianggap fokus analisa sebagai dasar tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Persepsi pelanggan tentang tingkat pemenuhan persyaratan pelanggan 5. PENANGGUNG JAWAB. 5.1 Kabag Marketing, bertanggung jawab melakukan pelayanan baku terhadap pelanggan 5.2 MR (Management Representative/ Wakil Manajemen) dan Seluruh departemen yang terkait bertanggung jawab untuk menindak lanjuti hasil dari pelayan baku terhadap pelanggan. 5.3 Sekretariat ISO bertanggung jawab untuk mengendalikan dan menyimpan hasil Survei ke pelanggan. 6. PROSEDUR 6.1 Melakukan Pelayanan baku bagian pemasaran ke pelanggan dan memberikan daftar periksa survey kepuasan pelanggan, yang berisi : 6.2 Melaksanakan aktivitas sesuai layanan baku pemasaran :............. .........Selengkapnya.... Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008 .
1. TUJUAN
Mengatur proses pembelian barang dan jasa berjalan efektif dan dipastikan mendapatkan barang dan jasa sesuai persyaratan pengguna 2. RUANG LINGKUP Prosedur ini menjelaskan tata cara pembelian barang dan jasa yang digunakan dalam kegiatan proses produksi mulai dari permintaan hingga barang dan jasa diterima. 3. REFERENSI Standar ISO 9001 : 2008 Klausul 7.4 4. DEFINISI Rekanan terseleksi adalah daftar rekanan yang telah dievaluasi dan memenuhi kriteria perusahaan sebagai suplier. Stok aman adalah stok minimal yang harus dimiliki yang tersimpan di Gudang. 5. PENANGGUNGJAWAB Kepala Bagian Pembelian bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pembelian bahan baku maupun pendukung diseluruh perusahaan. 6. URAIAN PROSEDUR 6.1. Proses Pembelian 6.1.1. Bagian Pembelian menerima Permintaan Pembelian Barang dan Jasa dari User......... .

Busana wanita memerlukan teknik pecah pola yang lebih cermat dibandingkan pakaian pria dan anak-anak. Pakaian wanita yang dibuat hendaklah dapat menonjolkan sisi feminim dari wanita dan dapat menonjolkan kelebihan yang dimilikinya sehingga dalam berpenampilan terlihat cantik, rapi dan menarik. Untuk itu dalam pembuatan pakaian perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai dengan desain dan bentuk tubuh sipemakai. Agar pola yang dihasilkan sesuai dengan desain dan bentuk tubuh maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisa bentuk tubuh dan analisa desain.
1. Memperhatikan desain secara keseluruhan.